Kanker Payudara, Tidak Semua Pasien Perlu Kemoterapi

Kanker Payudara, Tidak Semua Pasien Perlu Kemoterapi

by -
1427

Kanker Payudara

Lensaremaja.com – Tidak semua pasien perlu di kemoterapi, hanya 30 persen yang perlu di kemoterapi, 70 persen sisanya tidak perlu di kemo karena tidak efektif, dalam penelitian baru yang diungkap oleh Dokter Walta Gautama yang merupakan spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“Jadi angka kemo untuk kanker payudara berkurang,” imbuhnya.

Pasien kanker payudara salah satu pengobatan utamanya adalah kemoterapi. Akan tetapi tidak semua pasien perlu di kemoterapi.

Tidak semua tindakan kemoterapi memberikan efek positif bagi pasien kanker payudara, Sebab dari itu pengambilan tindakan kemoterapi harus disesuaikan dengan kondisi pasien, berdasarkan penelitian Dokter Walta. Ada yang setelah di kemoterapi tidak ada perubahan dan ada juga yang makin memburuk, akan tetapi ada yang jadi membaik, tambahnya.

pengambilan keputusan kemoterapi lebih besar, apabila pasien yang terkenal kanker payudara berada pada usia muda, dan wajib kemo dengan ukuran tumor lebih dari 3-5 cm. Ada 9 parameter yang mempengaruhi faktor seorang pasien perlu di kemoterapi, yaitu diantaranya usia pasien, ukuran tumor, serta tingkat keganasan kanker.

Kemoterapi tidak akan efektif jika kanker payudara pasien dikarenakan oleh faktor hormonal, Menurut Dokter Walta, jika kanker payudara dikarenakan faktor hormonal, terapi hormonal adalah tindakan pengobatan yang bisa dipilih.

Tidak semua pasien kanker payudara harus kehilangan payudaranya terang Walta. Tidak perlu dilakukan pengangkatan jika masih dalam stadium awal, terletak jauh dari puting dan ukuran tumor tidak terlalu besar.

BERIKAN KOMENTAR