Selain Pria, Wanita Juga Bisa Mengalami Kebotakan ?

Selain Pria, Wanita Juga Bisa Mengalami Kebotakan ?

by -
1199

Ilustrasi rambut wanita

Lensaremaja.com – Meskipin tidak semua wanita akan mengalami kebotakan di usia-usia tertentu, akan tetapi hal ini perlu di perhatikan oleh kaum wanita. Apbila dari salah satu keluarga, semisal ibu memiliki rambut yang tipis dan anda mewarisi gen tersebut. Ini merupakan salah satu faktor awal yang menimbulkan kebotakan pada diri anda.

Dalam sebuah penelitian ditemukan, pada usia menginjak 50 tahun, setengah dari wanita mengalami hal kebotakan. Hal ini merupakan kondisi yang wajar terjadi. Akan tetapi kebotakan bisa terjadi sedini mungkin, seperti pada usia 12 tahun atau pada saat masa pubertas dan saat memasuki usia sekitar 40 tahun dimana dalam fase usia ini anda memasuki fase dewasa.

Jika anda merasa penipisan pada rambut, atau memprediksi akan terjadi penipisan rambut di tahun selanjutnya, maka dari itu adalah hal yang penting bagi anda untuk menambah pegetahuan mengenai apa yang anda harapakan dan bagaimana proses memperlambatnya. Untuk menambah wawasan mengenai rambut rontok pada wanita, berikut ini ada tujuh fakta pola mengenai rambut rontok yang dialami wanita.

1. Antara Pria dan Wanita memiliki tanda yang berbeda

Jika kebotakan pada pria terlihat dari penipisan garis rambut. Berbeda dengan wanita, kebotakan tidak terlalu mempengaruhi garis rambut. Secara tipikal kebotakan pada pria terjadi secara bertahap melalui penipisan garis kepala dan membentuk pola seperti huruf M atau U dan terlihat seperti air yang pasang kemudian surut. Kebotakan pada pria dapat terjadi secara total, akan tetapi pada wanita jarang terjadi kebotakan secara total.

Gejala kebotakan yang perlu anda ketahui, terjadinya penipisan dibagian atas kulit kepala sehingga membuat belahan rambut terlihat lebih luas. Penipisan juga dapat terjadi pada bagian pelipis.

2. Pengaruh genetika

Genetika atau faktor keturunan dari kedua orang tua juga dapat mempengaruhi kebotakan yang terjadi pada wanita. Seperti yang dijelaskan oleh Profesor Anthony Oro yang merupakan seoarang dermatologi dari Standford School of Medicine. helai-helai pada tambut yang ada di kepala memiliki sel yang mengintruksi untuk menumbuhkan rambut menjadi seberapa panjang dan pendek.

karena setiap intruksi bertumbuhknya rambut berbeda-beda, hal ini menjadikan faktor mengapa rambut yang diatas kepala tumbuh panjang dibandingkan dengan rambut, misalkan alis mata, bulu mata. Oro juga mengatakan, pada saat anda dilahirkan, program genetika itu sudah ada.

Kapan rambut akan tumbuh dan menumbuhkan rambut baru, serta menentukan jumlah tertentu tiap bulannya pada saat rambut akan muncul merupakan tugas dari sel-sel genetik ini. Lalu kapan rambut akan rontok, tumbuh dan diganti dengan yang baru juga termasuk intruksi dari sel-sel genetik tersebut.

Pada perempuan pola kebotakan terlihat dari lebih pendeknya rambut baru yan tumbuh dan ukuran rambut lebih kecil, sehingga keseluruhan rambut terlihat lebih tipis.

3. Makanan juga mempengaruhi 

Faktor makanan juga mempengaruhi kerontokan pada tambut wanita, seperti kurang zat besi, gizi buruk. Hormon rendah dan sinar ultraviolet juga berpengaruh terhadap ketontokan rambut wanita. Tanpa terkecuali penggunaan bahan-bahan kimia seperti bahan kimia untuk meluruskan dan memutihkan rambut di gadang-gadang  mempercepat kerontokan, dan membuat penipisan rambut makin terlihat.

4. Tidak berkilau karena rambut makin menipis

Menipisnya rambut membuat kadar kilau rambut menjadi berkurang dan menjadi kering. Menurut Oro rambut kering disebabkan karena bagian luar dari folikel rambut akan lebih tipis dan tidak menyimpan banyak kelembaban. Hal ini juga menyebabkan rambut rapuh serta rentan terhadap matahari dan menjadi mudah patah. Selain itu anda akan kehilangan kutikula yang terdapat diluar folikel rambut. sehingga membuat rambut terlihat kusam.

5. Menopause salah satu faktor yang mempercepat kerontokan

Pada pria dan wanita keseimbangan hormon akan mulai hilang selama monopause. Profesor Oro juga menjelaskan “Hormon estrogen menurun dan kelenjar adrenal memompa lebih banyak hormon laki-laki,”

Salah satunya dihydrotestosterone yang merupakan hormon laki-laki, yang dapat memperpendek sel pertumbuhan rambut dan membuat produksi rambut lebih pendek serta tipis, juga membuat lambat proses pergantian rambut yang rontok dengan formasi rambut baru.

6. Tidak banyak perawatan efektif

Seperti yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) yang merupakan Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat, minoxidil merupakan pengobatan topikal ntuk mencegah rambut dari kerontokan serta membantu merangsang rambut untuk rumbuh di pangkal kulit. Direkomendasikan dua persen dari konsentarsinya bagi wanita. Oro juga mengatakan penggunaan minoxidil hanya memperlambat waktu. Jika berhenti menggunakan obat itu, waktu akan berjalan terus.
7. Merawat rambut dengan tepat

Untuk merawat rambut, Profesor Anthony Oro menyarankan mengkonsumsi makanan sehat dan melakukan pola makan seimbang sehingga menutrisi rambut. Selain itu perlu juga melakukan perlindungan rambut dari sinat matahari, caranya dengan menyemprotkan sunscreen rambut atau menggunakan topi.

Hindari perawatan rambut dengan menggunakan bahan-bahan kimia keras yang bisa berdampak merusak rambut dan membuat rapuh. Gunakan juga shamphoo dan kondisoner sehingga memberi kelembaban yang dibutuhkan oleh rambut. Dan rambut kembali berkilau.

BERIKAN KOMENTAR