Brendan Rodgers Membantah Liverpool Dalam Masa Krisis

Brendan Rodgers Membantah Liverpool Dalam Masa Krisis

by -
864

Brendan Rodgers

Lensaremaja.com – Manajer Liverpool, Brendan Rodgers membantah klaim yang menyatakan bahwa adanya pertemuan untuk membahas krisis dengan pemain setelah mereka tersingkir di ajang Liga Champions serta kekalahan saat melawan Manchester United dan Arsenal.

Menurut laporan terakhir, ada beberapa anggota skuad bereaksi dan marah terhadap bos The Reds menuduh bahwa mereka tidak bermain untuk dia saat latihan di Melwood menyusul kekalahan 4-1 dari Arsenal yang membuat mereka kini berjarak tujuh poin dari posisi empat besar.

Rodgers menolak tuduhan tersebut dan bersikeras tidak ada yang luar biasa setelah menjalani pertandingan melawan Arsenal.

“Saya mendengar berita pada pagi ini yang menyatakan adanya krisis di dalam tim. Namun berita itu saya rasa terlalu dilebih-lebihkan”katanya.

“Kami memiliki banyak pertemuan di sini dalam hal menganalisa kinerja dan itu tidak berbeda dengan seluruh pertemuan kita sepanjang tahun. Pertemuan tersebut membantu kami pulih dari awal yang buruk ketika kami meraih 10 kemenangan dari 13 pertandingan terakhir.

“Itu tidak benar; itu hanya untuk menganalisis kinerja, menganalisis di mana kita berada dan kemudian makan bersama dengan para pemain. Dengan tujuh pertandingan tersisa dan perempat final Piala FA, tujuan kita jelas mencapai posisi tertinggi di liga dan juga mendapatkan minimal satu piala pada musim ini. Memang itu merupakan target yang tidak bisa dipastikan tingkat keberhasilannya, namun kami disini akan terus berusaha.

“Saya memiliki sekelompok pemain besar di sini yang tanpa lelah setiap hari memberi saya segalanya dan Anda dapat melihat bahwa dalam cara kita bermain, tim ini memiliki ciri khas. Kami mungkin masih memiliki kekurangan dalam beberapa elemen , namun dalam hal komitmen dan etos kerja di dalam tim ini sudah memiliki kapasitas yang sangat baik sejak saya pertama kali datang.”

Setelah kekalahan pada hari sabtu di kandang Arsenal, Rodgers mengesampingkan peluang mereka mencapai posisi empat besar klasemen, tetapi manajer Liverpool tersebut bersikeras bahwa komentarnya itu murni berdasarkan bagaimana angka berbicara dan secara sistematis dengan membandingkan jumlah pertandingan tersisa.

“Setelah pertandingan tersebut saya memberikan jawaban yang logis, yaitu dengan matematika yang cukup jelas dan sulit jika harus dibandingkan dengan pola piker lainnya.

“Sikap kami adalah untuk berusaha semampu mungkin sampai akhir. Hal ini akan menjadi sulit bagi kami jika tim di atas kami tidak kehilangan poin. Kami harus memenangkan tujuh pertandingan sisa milik kami, tapi pasti ada sesuatu yang terjadi jika tim ini ingin mencapai targetnya.”

BERIKAN KOMENTAR