Suka Foto Selfie ? Inilah 4 Bahaya Selfie Yang Perlu Di Ketahui

Suka Foto Selfie ? Inilah 4 Bahaya Selfie Yang Perlu Di Ketahui

by -
8075

Bahaya Foto Selfie Bagi Kesehatan

Lensaremaja.com – Selfie, sebuah kata yang sangat familiar terdengar ditelinga Anda bukan? Bahkan selfie kini telah menjadi gaya hidup dikalangan segala usia, baik muda ataupun tua. Tidak lagi berfoto sendiri, selfie pun kini dilakukan dengan cara beramai-ramai. Terlebih dengan adanya tongsis atau tongkat narsis, membuat selfie menjadi semakin banyak digemari. Bukan hanya digemari oleh masyarakat biasa, tetapi foto selfie juga digemari oleh artis, pejabat bahkan Pak Presiden sekalipun juga pernah berfoto selfie.
Namun tahukah anda bahwa foto selfie itu berbahaya?
Seorang psikiater yang bernama Dr Panpimol Wipulakorn mengatakan bahwa kaum muda Thailand kini banyak memajang foto selfie mereka di media sosial. Jika mereka tidak mendapat komentar positif dari orang lain maka itu bisa mempengaruhi perkembangan emosi dan jiwa.
Mungkin Anda bingung dan bertanya-tanya, “Mengapa foto selfie berbahaya?” Oleh karena itu, berikut ini terdapat 4 alasan yang menjadikan selfie berbahaya:

1. Membuat Kurang Percaya Diri
Menurut Dr Pamela Rutledge, Direktur the Media Psychology Research Centre di Boston Massachusetts mengatakan bahwa “Selfie sering memicu berbagai persepsi mulai dari mencari perhatian ataupun narsisme hingga perasaan rendah diri. Keasyikan dengan selfie juga merupakan indikator kurangnya rasa percaya diri,”

2. Mengalami Body Dysmorphic Disorder
Menurut Dr David Veale, seorang psikiater terapi tingkah laku kognitif di Maudsley NHS Trust and The Priory Hospital, London mengatakan bahwa “Selfie sebenarnya bukan ketergantungan, tetapi sebuah gejala Body Dysmorphic Disorder (BDD) yang melibatkan pengecekan penampilan secara berulang,” Body Dysmorphic disorder adalah gangguan mental yang terjadi akibat terlalu memperhatikan penampilan, sehingga mereka akan merasa tidak puas terhadap hasil foto selfie yang dilakukan. Sehingga mereka akan terus menerus merasa cemas jika terdapat kekurangan terhadap penampilannya.

3. Menularkan Kutu Rambut
Marcy McQuillan, seorang ahli pengobatan kutu yang menjalankan dua pusat pengobatan kutu di California, mengatakan ia telah melihat peningkatan dramatis pada kasus rambut berkutu di kalangan anak muda. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan foto selfie yang mereka lakukan.

Anjuran untuk tidak selfie juga terjadi di Negara Rusia. Menurut Rospotrebnadzor di Kursk, Rusia, “selfie dapat menyebabkan penyebaran kutu di kalangan remaja. Selfie juga memfasilitasi perpindahan parasit saat kepala para remaja saling bersentuhan untuk foto dalam bentuk grup,” Rospotrebnadzor adalah sebuah badan pemerintahan yang memberikan nasihat tentang kesejahteraan manusia

4. Mengancam Keselamatan
Seperti penelitian yang telah dilakukan oleh Ford terhadap 7.000 pengguna ponsel pintar di Eropa. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa sepertiga pengemudi di Inggris yang berusia 18 – 24 tahun pasti pernah selfie di ruang mengemudi. Pengemudi di Jerman dan Perancis pada kelompok usia yang sama, 28% juga pernah mengambil foto saat mengemudi, disusul Rumania 27% dan Italia 26%. Selain itu, rata-rata setiap orang dari empat pengemudi remaja di seluruh Eropa aktif di jejaring social, seperti facebook ataupun twitter saat sedang mengemudi. Hal ini berart

Terlepas dari alasan tersebut, bagaimanakah pendapat Anda? Apakah masih ingin meneruskan kebiasaan selfie atau tidak, itu adalah hak Anda. Semoga 4 alasan tersebut dapat bermanfaat dan menjadi bahan pembelajaran bagi Anda.

BERIKAN KOMENTAR