Google Doodle Hari Ini Diwarnai dengan Munculnya Sosok Pramoedya Ananta Toer Di Laman Depan, Ini Alasanya !

    0
    298
    Share on Facebook
    Tweet on Twitter
    Pramoedya Ananta Toer
    Copyright©AZ Quotes

    Google Doodle Hari Ini Diwarnai dengan Munculnya Sosok Pramoedya Ananta Toer Di Laman Depan, Ini Alasanya !

    Lensaremaja.com – Pada saat ini ketika kita sedang membuka mesin pencarian google nati pasti terlihat gambar seseorang pria yang namanya Promoedya Ananta Toer. Pada hari Senin 6 Febuari 2017 Google sengaja menciptakan laman utamanya yang bergambarkan yaitu seorang pengarang paling produktif asal Indonesia yang mana karyanya sudah masuk ke mancanegara tersebut disebabkan pada hari ini adalah hari jadi atau hari ulang tahun Pramoedya Ananta Toer.

    Yang mana tepat pada 6 Februari 1925 Pramoedya Ananta Toer ini dilahirkan di Blora, Jawa Tengah. Seperti dikutip dari beberapa sumber informasi bahwasanya Pramoedya ini dianggap sebagi salah satu pengarang yang sangat produktif dalam sejarah sastra I donesia. Yang mana dirinya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan kedalam kira-kira lebih dari 41 dari bahasa asing yang telah menerjemahkan karyanya tersebut.

    Pramoedya-Ananta-Toer
    Copyright©Pembebasan

    Pramoedya ini memiliki nama asli Pramoedya Ananta Maetoer yang mana telah ditiliskan dalam koleksi cerita pendek semi otobiografi yang berjudul Cerita dari Blora yang mana ia merupakan anak sulung dan ayahnya yang bekerja sebagai seorang guru dan ibunya seorang penjual nasi.

    Dari karier pendidikannya ia pernah menempuh pendidikan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya, dan terus melanjutkan bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabr Jepang di Jakarta ketika itu Indonesia masih dijajah oleh jepang.

    Setelah 17 Agustus 1945 Pramoedya Ananta Toer mengikuti kelompok militer Jawa dan sering dikirim ke jakarta pada akhir perang kemerdekaan. Yang mana dirinya mengarang cerpen serta buku di sepanjang karier militernya tersebut dan juga pada saat penjajahan Belanda ia dipenjara di Jakarta pada 1948 dan 1949.

    Selanjutnya pada tahun 1950 an dirinya menetap di belanda sebagian dari program pertukaran budaya, dan pada saat kembali ke Indonesia ia menjadi anggota Lekra yaitu salah satu oranisasi sayap kiri di I donesia. Dan maka gaya penulisannya berubah seketika pada masa tersebut, yang mana ditunjukkan lewat karyanya yang bertemakan korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Maka soal tersebut mengarang Friksi antara Pramoedya dan juga pemerintahan Soekarno.

    Sementara itu dirinya juga sering dinominasikan sebagai peraih penghargaan Nobel sastra hingga saat ini, telah juga berbagai penghaergaan yang dirinya terima dari banyaknya penjuru dunia. Seperti penghargaan Ramon magsaysay di Filiphina yang juga pernah menimbulkan polemik di I donesia samapi juga pablo Neruda Award di Chili.

    Lebih lanjut lagi, Pramoedya telah tutup usia yang ke 81 tahun di jakarta 30 April 2006. Telah meningglkan banyak karyanya sehingga membuat namanya sampai sekarang dikenal sebagai seorang penulis sastra paling produktif. Tetapi dari dalam bayang-bayang nama besarnya tersebut mengisahkan banyak kontroversi.

    Dari kontroversi tersebut salah satunya ketika Pramoedya mendapatkan Ramon Magsaysay Award 1995, yang man abanyak 26 tokoh sastar Indonesia yang memprotes dengan menulis surat ke yayasan Ramon Magsaysay. Yang mana mereka tidak setuju Pramoedya yang ditunjuk sebagai Juru bicara sekaligus algojo Lekra paling galak.

    Baca Juga: Beri Dukungan Ahok Djarot, Megawati Soekarnoputri Akan Turun Gunung Kampanye Akbar di Banten !

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY