Usai Bicara dengan Wartawan, Pria Muslim Rohingya Ini Langsung Dipenggal Hingga Tewas !

0
1151
Share on Facebook
Tweet on Twitter
rohingya
Copyright ©Getty

Usai Bicara dengan Wartawan, Pria Muslim Rohingya Ini Langsung Dipenggal Hingga Tewas !

Lensaremaja.com – Polisi Myanmar yang beberapa waktu lalu telah menemukan jasad dari seorang pria muslim Rohingya yang tanpa kepala, penemuam ini terjadi setelah beberapa hari dia bebicara kepada beberapa wartawan di Negara Bagian Rakhine.

Pada beberapa hari lalu, pemerintah telah mengadakan kunjungan media ke tempat tersebut, dan telah mengajak beberapa wartawan ke tempat konflik yang saat ini masih terjadi di Rakhine, seperti hanya dilansir dari Arab News, Sabtu (24/12/16).

Peneman satu mayat pria yang merupakan orang Rohinggya tersebut ditemukan dalam keadaan mengapung di suangai. Polisi yang masih belum mengetau apa yang menjadi motiv dari pembunuhan yang telah dilakukan  kepada pria berusia 41 tahun ini.

Pihak polisi mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunai, salah satu warga Rohingya tersebut telah melakukan komunikasi dengan jurnalis Myanmar pada Rabu lalu di Desa Ngakhura. Setelah itu ada keluarganya yang mengatakan dirinya hilang.

“Pada hari Kamis keluarganya mengatakan dia hilang setelah diwawancara wartawan. Jadi kami membuka kasus ini,” ujar Kolonel Polisi Thet Naing di Kota Maungdaw.

rohingya
Copyright ©thetimes

“Sore ini (Jumat) saya menerima laporan ada mayat tanpa kepala ditemukan. Kami sudah memastikan ke warga desa,” ujar Thet Naing.

Polisi yang sampai saat ini masih belum melakukan pengidentifikasian kepada korban yang merupakan warga Rohingya tersebut. Karena sebagian dari tubuhnya, yaitu kepalanya yang sudah tidak ada pada saat ditemukan.

Ada dua wartawan dari Myanmar yang tidak ingin disebutkan namanya yang telah memberikan penyataan kepada AFP, mereka melakukan pewawancaraan kepada pria yang merupakan orang Rohingya tersebut didesanya. Keduanya juga telah mengakui sudah dihubungi oleh pihak dari kepolisian terkait dengan hilanganya pria tersebut.

Kunjungan media yang biasanya sangat jarang dilakukan  telah digelar oleh pemerintah , hal ini dilakukan setelah adanya penguatan tekanan kepada kepemimpinan dari Aung San Suu Kyi, hal ini karena adanya laporan kekerasan militer kepada warga muslim Rohingya sejak Oktober lalu.

Sebelumnya diketahui, ada beberapa warga Rohingya yang telah meninggalkan tempat tinggal mereka, karena beberapa bangunan yang serbelumnya berdiri ini sekarang sudah rusak.

baca juga : Berita Hari Ini: PM Malaysia Manfaatkan Muslim Rohingya Untuk Kebutuhan Politik ?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY