Berita Terkini: Kapolri Ungkap Ciri-ciri Orang yang Berpotensi Jadi Teroris!

0
20
Share on Facebook
Tweet on Twitter
Kapolri
Copyright ©Kompas.com

Berita Terkini: Kapolri Ungkap Ciri-ciri Orang yang Berpotensi Jadi Teroris!

Lensaremaja.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavia telah menemukan sebuah kesamaan karakter kepada orang-orang yang tergabung dalam aksi terorisme. Bukan sudah menjadi patokan lagi kalau masalah ekonomi dan pendidikan untuk terpengaruh pada ajaran radikal ini.

BACA JUGA : Begini Tanggapan Pansus RUU Terorisme Soal Desakan Presiden Jokowi!

Sedangkan para teroris yang tertangkap atau tewas dalam penyergapan, keseharian mereka menjadi pedang kecil-kecilan itu hanya sebuah kebetulan. Menurut Tito, orang yang gampang termakan sama paham terorisme ini yaitu lembah secara kejiwaannya.

“Mereka yang terpapar radikal tidak ada korelasinya dengan latar belakang pekerjaan. Lebih pada kondisi psikologis mereka,” kata Tito pada acara “#KapolriDiRosi” di Kompas TV, Jumat (26/5/2017) malam.

Dalam hal ini, Kapolri mencontohkan Ossama bin Laden, pimpinan Al Qaeda yang telah memiliki kekayaan yang banyak. Namun tetap terjangkit dalam paham radkal dan terorisme. Tidak hanya itu, ada Azahari Husin, otak dari bom Bali, dia yang telah diketahui memiliki gelar doktor dan dan merupakan insinyur di Malaysia.

tito-karnavian
Copyright ©Tribunnews

Tidak hanya itu, Tito mengatakan kalau telah mendapati salah satu pelaku teror dari Indonesia yang merupakan lulusan sarjana. Pihaknya mengatakan, dari hasil penelitian yang dilakukan, mahasiswa sains yang lebih rentan terjangkit dalam ajaran terorisme jika dibandingkan dengan mahasiswa dari imu sosial.

“Jadi range-nya bisa low sampai high class. Psychology is a matter,” ungkap dia.

BACA JUGA : Barita Hari Ini: Wiranto Ungkap Kedekatan Hubungan HTI dengan Kelompok Teroris ISIS!

Pihaknya menegaskan kalau semua ajaran agama manapun tidak pernah mengajarkan perang dan saling membunuh. Menurutnya, para anggota terorisme telah mendapatkan ajaran ilmu agama yang salah dan telah mempersepsikan ajaran yang telah menyimpang.

“Saya yakini mereka kelompok kecil yang me-miss interpretasikan, meyakini ajaran agama yang tidak tepat,” pungkasnya.

Kata Tito, kata Jihad menurut para terorisme ini ini diartikan sebagai perang dan membunuh. Padahal, dalam versi yang lainnya, jihad telah diartikan bersunggung-sungguh. Jika diartikan dalam pengertian sebenarnya, menurutnya, maka polisi juga dapat disebut berjihad.

“Mereka justru yang membajak ajaran tertentu dan ayat tertentu untuk kepentingan sesuai ideologi tersendiri,” tutur Tito.

BACA JUGA : Berita Hari Ini: Kapolri Tito Karnavian Janji Akan Buru Bahrun Naim !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY