Inilah Fakta-Fakta Menarik Mengenai Sosok Pramoedya Ananta Toer yang Diperingati Google Doodle Hari Ini!

0
709
Share on Facebook
Tweet on Twitter
pramoedya ananta toer
copyright©widiynews

Inilah Fakta-Fakta Menarik Mengenai Sosok Pramoedya Ananta Toer yang Diperingati Google Doodle Hari Ini!

Lensaremaja.com – Pada penampilan Google Doodle, senin (6/2) nampak lelaki tua berkacamata, tengah mengetik dengan mesin ketik manual. Sementara, sebagai latar nampak susunan huruf seperti dimesin ketik dengan variasi huruf G-O-O-G-L-E. Lelaki tua tersebut ialah Pramoedya Ananta Toer.

Pram demikian akrab disebut, lahir di Blora pada 6 Februari 1925. Namanya tersohor karena menuliskan Tetralogi Buru : Bumi  Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca. Di Tetralogi itu ia bercerita tentang seorang pemuda bernama Minke dalam arus, sejarah Hindia Belanda pada awal abad ke 20.

Pramoedya Ananta Toer tak hanya menuliskan Tetralogi Buru dan Sang Pemula saja, setidaknya ia telah melahirkan karya satra lebih dari 50 karya dalam berbagai bentuk dari novel hingga maskah drama. Pram Penulis produktif dijamannya. Karya – karyanya pula telah diterjemahkan dalam 41 bahasa asing.

Selain pernah ditahan selama 3 ahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa orde lama. Selama Masa Orde Baru, Pram merasakan 14 tahun ditahan sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan selama 4 tahun, Di Pulau Nusa Kambangan, 10 tahun dipulau Buru, Magelang.

Pramoedya Ananta Toer dilarang menulis selama masa penahanannya di Pulau Bur. Namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Manusia, serial 4 kronik novel semi – fiksi sejarah Indonesia.

pramoedya ananta toer
copyright©kabarblora

Pramoedya Ananta Toer atas kiprahnya di dunia kepenulisan, ia meraih Ramon Magsaysay Awards untuk Jurnalisme, sastra dan Seni Komunikasi Kreatif pada 1995. Ia juga telah diertimbangkan untuk hadiah Nobel Sastra. Pram juga memenagkan hadiah budaya Asia Fukuoka XI 2000 pada tahun 2004 Norwegian Autors Union Award untuk sumbangannya pada sastra Dunia. Ia menyelesaikan perjalanannya ke Amerika Utara pada tahun 1999 dan memperoleh penghargaan dari Universitas Michigan.

Penghargaan ini adalah pengakuan dan penghargaan terhadap perorangan dan Organisasi di Asia tanpa mempertimbangkan suku, ras, budaya jenis kelamin dan kebangsaan. Para penerima penghargaan juga mempunyai keunggulan dalam bidangnya masing – masing.

Diusianya yang ke 81 tahun Pramoedya Ananta Toer dikabarkan sedang sakit. Dan kesehatannya kemudian berangsur membaik setelah rombongan cucunya datang ke kediamannya di Bojong membawa gitar dan organ pada saat itu Pram memang menunggu kedatangan cucu – cucunya.

Dan meninggal dunia di Usia 81 tahun, ia meninggalkan banyak karya yang dikenang oleh seluruh penduduk dunia. Ia juga sempat memberikan resep awet muda menurut pram, yakni dirinya yang selalu tersenyum, atur pernafasan, makan bawang putih dan makan anggur merah.

Baca Juga Yama Carlos Ungkap Alasan Dirinya Yakin Menikahi Seorang Pramugari!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here